Peringati HUT ke-50, HIPPI Perkuat Pengusaha Nasional Melalui Rakernas III

Jakarta – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III sekaligus memperingati hari ulang tahun ke-50. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat daya saing pengusaha nasional melalui kolaborasi strategis dan transformasi ekonomi Indonesia.

Rakernas III HIPPI 2026 menghadirkan berbagai agenda strategis yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan sejumlah pemangku kepentingan. Pembahasan tersebut mencakup penguatan investasi, ketahanan pangan, transformasi energi, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat menegaskan, pengusaha nasional membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan daya saing. Menurutnya, keterbatasan pembiayaan, teknologi, dan akses pasar masih menjadi tantangan bagi banyak pengusaha daerah.

“Kami meminta kesempatan untuk membuktikan kemampuan. Karena yang dibutuhkan pengusaha Indonesia adalah tangga untuk naik kelas,” ujar Erik dalam sambutannya pada Rakernas III HIPPI di Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Erik menyebut HIPPI saat ini memiliki jaringan sekitar 3.000 anggota yang tersebar di 23 provinsi Indonesia. Sebagian besar anggotanya merupakan pengusaha mikro dan kecil yang membutuhkan dukungan untuk memperluas kapasitas serta jangkauan usahanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha untuk membuka kesempatan bagi pengusaha lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas produksi, serta menghubungkan pengusaha daerah dengan pasar lebih besar.

Peringatan setengah abad HIPPI turut menjadi kesempatan mengevaluasi perjalanan organisasi dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kapasitas pengusaha. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran Hymne HIPPI serta pemutaran video perjalanan organisasi selama lima dekade.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo hadir mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakernas III HIPPI 2026. Dradjad berharap, HIPPI terus berkembang dan membantu pengusaha nasional meningkatkan daya saing. I

“Semoga HIPPI bisa menjadi tulang punggung para pelaku ekonomi Indonesia. Harapannya HIPPI bisa semakin naik kelas,” katanya.

Selain Airlangga, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie turut menjadi bagian dari agenda kegiatan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani juga tercantum dalam rangkaian acara.

Kegiatan tersebut mempertemukan aspirasi pengusaha dengan agenda pengembangan investasi, hilirisasi, dan penguatan sektor usaha nasional. Kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian untuk memperluas peluang bisnis sekaligus meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia turut menjadi bagian dari agenda sesi khusus mengenai transformasi ekonomi nasional. HIPPI juga memberikan penghargaan Tokoh Inspiratif Pribumi kepada Bahlil atas kiprah dan perjalanan kariernya.

HIPPI Talks Bahas Tiga Isu Strategis

Rakernas III HIPPI turut menghadirkan forum HIPPI Talks yang membahas tiga isu strategis berkaitan dengan penguatan ekonomi nasional. Ketiganya mencakup industri pupuk dan ketahanan pangan, transformasi kelistrikan, serta kebijakan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif.

Forum tersebut menghadirkan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi untuk membahas industri pupuk dan ketahanan pangan. Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai energi dan transformasi kelistrikan nasional.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian turut menjadi pembicara. Pembahasannya berkaitan dengan kebijakan UMKM, ekonomi kreatif, serta upaya memperkuat kapasitas pengusaha nasional.

Diskusi tersebut dimoderatori Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat sekaligus Ketua Bidang Kemitraan dan Kelembagaan DPP HIPPI Amin Shabana. Forum tersebut membahas keterkaitan kebijakan publik, ketersediaan energi, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Penghargaan dan Penguatan Kerja Sama

Dalam rangkaian kegiatan, HIPPI memberikan sejumlah penghargaan kepada lembaga dan tokoh yang berkontribusi terhadap perkembangan dunia usaha. Bank Indonesia menerima penghargaan Digital Transformation Champion atas transformasi sistem pembayaran digital melalui QRIS.

HIPPI juga memberikan penghargaan kepada Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan MOST 105.8 FM atas dukungan kolaborasi organisasi. Penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya akses pembiayaan, inovasi digital, serta komunikasi publik dalam memperkuat ekosistem usaha nasional.

Selain penghargaan, HIPPI menggelar penandatanganan nota kesepahaman dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI serta BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama tersebut melibatkan Rektor Institut STIAMI Sylviana Murni dan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Agung Nugroho.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, memperluas jaringan kelembagaan, dan meningkatkan dukungan bagi pelaku usaha. Penguatan kemitraan juga diharapkan memberikan manfaat bagi tenaga kerja melalui peningkatan kapasitas dan akses perlindungan ketenagakerjaan.

Pada peringatan HUT ke-50, HIPPI turut memberikan penghargaan kehormatan kepada mantan ketua umum yang telah berkontribusi membangun organisasi. Mereka adalah Harsono Badai Samudra, Suryo Bambang Sulisto, dan Suryani Sidik Motik.

Penghargaan Lifetime Achievement Award juga diberikan kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan panjang, dedikasi, serta kontribusinya terhadap dunia usaha dan kewirausahaan nasional.

Lima Dekade Perjuangan Pengusaha Nasional

Untuk diketahui, HIPPI merupakan organisasi pengusaha yang berdiri 17 Agustus 1976 untuk memperkuat kesempatan dan kapasitas pengusaha pribumi. Selama lima dekade, organisasi tersebut berupaya meningkatkan akses, daya saing, serta kontribusi pengusaha terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Melalui Rakernas III, HIPPI juga menggelar sidang pleno dan pembahasan komisi untuk merumuskan penguatan program kerja organisasi. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi pengurus pusat dan daerah dalam menyelaraskan agenda organisasi dengan kebutuhan dunia usaha.

Memasuki usia ke-50, HIPPI menegaskan komitmen memperluas kolaborasi antara pengusaha, pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun perekonomian Indonesia yang lebih mandiri, inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Sumber: Peringati HUT ke-50, HIPPI Perkuat Pengusaha Nasional Melalui Rakernas III – RRI.co.id

Share the article

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter